Wednesday, November 28, 2007

Jalan Terbaik

Lama ku menimbang tentang sebuah keputusan. Haruskah aku melupakan Juniorku itu. Jujur aku gak bisa melihat juniorku jatuh dalam keterpurukan, aku ingin menolong dan membangkitkan semangatnya di pramuka. Semua usaha ku lakukan untuknya. Sampai - sampai aku melepas "wajahku" sebagai seorang senior. Hampir tiap hari ku memikirkan masalahnya.Ku berpikir bagaimana solusi untuk masalahnya. Ku minta pendapat beberapa senior untuk masalahnya. Kata temen-temen sich ku terlalu perhatian denganya tapi semua tak ku gubris karena aku benar - benar niat untuk menolongnya dari keterpurukan itu.

Semua usaha sudah kulakukan, aku berhasil dia kembali ke kami. TAPI lagi - lagi aku salah memberikanya perngertian. Sekarang juniorku yang kuharapkan di SCOUT itu besar kepala. Dia merasa kami benar - benar butuh denganya sehingga jika kami minta bantuannya dia sepeti jual mahal kepada teman seangkatanya. Aku merasa apa yang semua ku lakukan untuknya sia - sia. Dia tak lagi menganggapku sebagai kakaknya. Semuanya hilang ketika dia dia sembuh dari keterpurukanya. JALAN TERBAIK sekarang adalah aku akan melupakan semua senyum dan kisah kami. Jalan ini benar - benar terbaik untuk kehidupanku.

Hilang

Canda, tawa dan keriangan kami sekarang sudah benar - benar musnah. Sekarang hanya ada kebencianku padanya. Dulu aku berharap dia bisa meneruskan apa yang aku perjuangkan di sekolah. Tapi kini semua itu berubah menjadi kebencian yang benar - benar tertancap di hatiku. Semua kenangan bersamanya hilang tanpa bekas ketika dai berani menantangku dengan cara kasar. Berkata kotor kepadaku. Padahal aku menganggap seperti dia seperti adikku. Apa yang dia lakukan padaku sekarang berimbas padanya. Simpati temen - temenku kepadanya sanagat berkurang. Kami semua beranggap dia sama sekali tidak punya etika.

Friday, November 23, 2007

Me with two junior 21

Wednesday, November 21, 2007

About My Scholl

Sekolah gedhe tapi itu dulu, sekarang grafika kayak tambah sempit coz banyak kelas yang di sekat-sekat pake' triplek. Yang dulu kelas itu seger suasananya tapi sekarang panas buanget.Kata-kata temen-temen sih kayak "omahe doro". Ya itulah keadaan grafika sekarang. Tapi walopun begitu di balik segudang kelemahan grafika juga banyak sisi positifnya misal aja sekarang kantin yang dulunya kumuh sekarang jadi kayak restoran, ICT dulu tertutup untuk siswa sekarang sudah mulai disosialisasikan walopun internernya lemot. Sekarang tentang Jurusanku Multi Media. Pertama aku jelasin tentang gurunya. Mereka guru super nuntut ke siswanya, hari sekian tugas harus jadi plus laporanya. Wah pusing merasakan tugas itu. Tapi inka tahu di balik semua itu ada positifnya, kami di ajari gimana misal bos kia nuntut cepet dan kami akan terbiasa dengan dead line. Kedua kelemahan dari guru - guruku, sayang sekali mereka sering telat jika jam produktif di mulai. Seperti biasa jika kami pelajaan produktif mesti "ngemper" di teras atas. Dulu pernah gurunya datang jam 08.00 padahal sekolah mulainya jam 06.30. Wah waktu terbuanh percuma saudara. Tyuz klo fasilitas sudah cukup memadai untuk siswa Multi Media seperti kami TAPI yang masih kami tuntut sampai saat ini adalah "Kapan Internetnya Nyambung?" coz dulu "Pihak Atas" ngomong kalau internetnya online 24 jam tapi apa .... ya gitu deh b'koar doank.

Ya itulah segelintir omelan dari Inka be knight, moga yang baca ni gak tersinggung ya coz demi kebaikan bersama.

BerKOAR

Wah yang namanya dengar kata berkoar udah gak asing lagi di telingaku. Temen-temen njulukin aku inka si bkoar, tapi tak apalah toh aku bangga dengan sebutan itu yang berkoar berisi dari pada hanya KOAR DOANK. 

Saturday, November 10, 2007

HARUS DENGAN APA ?

Kasih sayang yang kuberikan padanya sungguh membuat iri hati para adik. Entah kenapa aku begitu sayang dia seperti saudaraku sendiri. Aku gak mau dia kesulitan ataupun terluka karena sesuat. Aku selalu siap jika misal dia butukh batuanku. Semua orang sekitarku di sekolah bialang "apa gak terlalu berlebih", ya aku pikir memang agak lebih. Setelah kawan-kawan bialgn seperti itu aku mulai koreksi diri. Sedikit-sedikit aku mulai untuk tidak memikirkanya. Tapi Astagfirullah ketika aku belajar untuk jauh darinya masalah datang dan masalah itu mengharuskan aku dan dia bersama lagi. Aku dan dia menghadapi masalah itu dengan serius dan sampai selesai. Akhirnya masalah itu selesai juga dan aku mulai belajar lagi untuk melupakanya. Oh Tuhan dosa apa hambamu ini, kali ini dia mau keluar dari oraganisasi kami. Waduh ada aja. Temen-temenya bilang "mbak tolong bantu bicara dengan dia" OK aku mau bantu bicara. Aku telfon, sms, dan coba cari dia di sekolah semuanya sis-sia. Akhirnya ada satu waktu denganya. Hari minggu entah tanggal berapa dia ke sekolah. Aku dan dia bicara tentang apa masalahnya. Dia ngomong tentang semua masalah hingga dia mau keluar dari organisasi. Aku ngomong denganya sampe' mulut berbusa tapi gak mempan. Tapi saudara yang baca ini blog, kata-kata yang paling menyakitkan adalah ketika aku tanya padanya "Dhek kamu anggep aku ini siapamu" dia tidak jawab sepatah katapun. Mulai saat itu aku Inka belajar untuk benar-benar melupakan dia yang tidak menganggapku siapa-siapa. Banyak yang aku korabankan untuk dia tenaga dan waktu gak kurang-kurang untuknya tapi apalah daya mungkin Allah tidak menghendaki aku punya adek kelas yang bisa kujadikan saudara. Ya Allah ....... harus dengan apa dia bisa sadar kalau aku begitu sayang dia seperti adikku sendiri ???

KEBERSAMAAN

Kebersamaan menerangi ruang hidup. Kebersamaan membuat harapan-harapan maya. Semua yang terjadi tak semua kekal. Semuanya akan hialgn satu persatu seiring berjalanya waktu. Canda tawa suara teman-teman menghiasi hari-hari. Persahabatan indah itu tak mengenal perbedaan. Namun sesunguhnya persahabatan itu menyakitkan jika diselingi dengan pengkhianatan. Sahabat adalah orang yang menemani kita dalam suka dan duka itulah sahabat sesunguhnya. Tapi kadang sahabat bisa jadi racun bagi kita. Caci maki, meremehkan, menjatuhkan, menghina, bahkan mengkhianati kepercayaan kadang bisa dilakukan oleh sahabat yang sudah kita anggap sebagai saudara. Rasa sakit tak tertahan ketika kita tahu seorang sahabat sedang mengkhianati kepercayaan yang kita beri. Sahabat engkau sosok orang yang kadang memberi kita semangat untuk maju TAPI kadang sahabat sosok orang yang membawa kita pada kehancuran.